KAJIAN PENGGUNAAN CACING TANAH DAN LEVEL PENGGUNAAN HIJAUAN DALAM RANSUM BROILER MENUJU PETERNAKAN ORGANIK
KAJIAN PENGGUNAAN CACING TANAH DAN LEVEL PENGGUNAAN HIJAUAN DALAM RANSUM BROILER MENUJU PETERNAKAN ORGANIK
AHADIYAH YUNIZA DAN ENGKUS KUSNADI
Dosen Fakultas Peternakan UNAND
ABSTRAK
AHADIYAH YUNIZA DAN ENGKUS KUSNADI
Dosen Fakultas Peternakan UNAND
ABSTRAK
Kajian mengenai penggunaan hijauan dalam ransum unggas ditujukan untuk menggali potensi zat fitokimia yang dikandung hijauan dan protein anti bakteri cacing tanah sebagai bahan pakan alternatif agar ayam broiler tidak tergantung pada bahan kimia aditif, antibiotik, hormon, dan obat-obatan lainnya, sehingga karkas yang dihasilkan bebas residu kimia. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis hijauan (untuk mendapatkan efek supplementary), yaitu daun kayu manis, daun mengkudu, dan rumput lapangan yang digunakan bersama-sama dalam ransum dengan perbandingan berturut turut 1 : 1,5 : 1,5. Sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah 2 level penggunaan hijaun kombinasi (8% dan 12%) dan penggantian 100% protein tepung ikan dengan protein cacing tanah. Sebagai kontrol digunakan ransum dengan protein tepung iakan yang disusun iso protein dan iso kalori dengan ransum perlakuan (sebagai kontrol 1) dan ransum komersial (kontrol 2) Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan hijauan dan cacing tanah mampu meningkatkan kekebalan tubuh ayam, namun penggunaan hijauan yang tinggi (12%) dan pengguantian 100% protein tepung ikan dengan protein cacing tanah dapat mengganggu pertumbuhan, efisiensi ransum, dan menurunkan kualitas karkas. Tetapi penggunaan hijauan dengan level 8% dalam ransum berprotein tepung ikan, selain mampu meningkatkan kekebalan tubuh ayam, juga mampu memperbaiki kualitas karkas, tanpa mengganggu pertumbuhan dan efisiensi ransum. (Key words : hijauan, fitokimia,cacing tanah, kekebalan tubuh, peternakan organik)
SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD
DOWNLOAD
Sabtu, 13 Juni 2015
